"Misalnya, jika anak usia SD, setelah belajar, orangtua bisa ngobrol santai dengan bertanya, 'menurutmu materi sekolah hari ini bagaimana?'," katanya.
2. Memperbanyak kegiatan bersama di rumah
Aktivitas ini pun perlu dilakukan orangtua ke anak, salah satu tujuannya untuk memperkuat hubungan. Selain itu, anak pun merasa tidak diabaikan orangtua karena lebih peduli pada pekerjaannya.
"Misalnya ya, bermain board game-non gadget, seperti ludo, ular tangga, catur, atau uno stacko, yang di dalamnya ada aturan-aturan tertentu dalam permainan kelompok. Di sini anak akan tetap bisa mempelajari bagaimana caranya menghadapi kekalahan, bersikap ketika menang, dan lain-lain," tutur Karina.
3. Undang teman si anak jika memungkinkan
Ya, cara lain yang bisa dilakukan adalah mengundang beberapa orang teman untuk bermain bersama dengan anak Anda. "Nah, khusus untuk tips yang satu ini, tetap harus dipenuhi protokol kesehatan dalam interaksi. Permainan juga usahakan yang non-gadget, ya," terang dia.