Jika ada penumpang dengan bau badan tidak sedap, maka pramugari bisa memindahkannya di kursi yang berbeda dan akan segera mendapat penanganan.
Tetapi, akan lebih baik jika sesama penumpang bersabar karena bau badan tersebut mungkin saja berkurang bahkan hilang.
"Kabar baiknya, empat dari lima kasus penumpang dengan bau badan tidak sedap biasanya terjadi karena stres perjalanan, terlepas dari penyebab yang mendasari," tulis Steegar di FlyerTalk.
Biasanya, setelah penumpang tersebut meletakkan koper, melepas sweater, dan duduk, bau tersebut akan berkurang.
Apabila aroma tidak sedap tak juga hilang, pastikan penumpang tersebut menggerakkan badan seminim mungkin.
"Sebagai pramugari, aku mungkin akan mencoba sesuatu seperti. 'Apakah Anda inginpakaiselimut, Pak?' Atau, membantu seperti mengambilkan koper penumpang tersebut. Asal ia tak banyak bergerak," ujar Sarah Steegar.
Sarah Steegar menegaskan, apabila aroma tubuh yang dikeluarkan seseorang sangat tidak sedap, penumpang bisa dikeluarkan dari pesawat.
Tetapi, hal ini bergantung kesehatan penumpang tersebut.
"Jika aroma tidak sedap itu akibat penyakit atau disabilitas, secara aturan tidak ada yang harus dilakukan kecuali menggunakan empati kita," aku Sarah Steegar.