Menurut Britannica, Halloween berasal dari Festival Celtic Samhain, yakni perayaan Inggris Kuno dan Irlandia sebagai penanda akhir musim panas dan awal tahun baru pada 1 November.
Pada masa-masa tersebut, masyarakat setempat meyakini jiwa orang yang sudah meninggal akan melakukan perjalanan ke dunia lain dan jiwa-jiwa tersebut akan mengunjungi rumah mereka.
Kemudian Gereja Katolik Roma memindahkan 'All Saints' Day' yakni hari perayaan orang-orang gereja kudus ke 1 November pada abad ke 8 masehi. Hal ini membuat All Hallows' Eve atau Halloween jatuh pada tanggal 31 Oktober.
Tradisi Samhain tetap ada dan dilakukan dengan cara mengenakan penyamaran agar terhindar dari jiwa-jiwa yang berkeliran di sekitar rumah.
(Dyah Ratna Meta Novia)