Pasti kalian tahu, lantai merupakan salah satu bagian rumah yang pasti akan terkontak dengan penghuni rumah setiap harinya. Lantai memiliki beragam jenis, mulai dari lantai keramik, granit, parket, dan sebagainya. Namun yang sering kita gunakan atau jumpai untuk lantai di rumah adalah lantai keramik.
Keramik kerap menjadi pilihan keluarga baru untuk dijadikan alas lantai hunian mereka. Tak hanya untuk kamar mandi, keramik juga bisa digunakan di lantai ruangan lainnya, seperti ruang tamu atau kamar tidur.
Baca Juga: 7 Jenis-Jenis Lantai dan Keuntungannya
Namun, dengan lantai keramik ternyata kerap terjadi masalah seperti popping/menggelembung disebabkan beberapa hal. Lantai keramik yang sudah retak atau pecah akibat popping tentu saja tidak sedap dipandang mata. Namun bukan hanya itu, biasanya pinggiran keramik yang retak dan pecah tersebut cukup tajam sehingga berbahaya bagi yang berjalan melintasinya.
Nah oleh karena itu, yuk simak tips berikut agar lantai keramik tetap awet serta mencegah terjadinya popping.
1. Hindari Pemasangan Nat atau Jarak Keramik Terlalu Rapat
Saat memasang keramik sebaiknya perhatian nat tau jarak antar keramik, karena nat atau jarak antar keramik yang terlalu rapat, bisa menyebabkan keramik tidak dapat memuai dengan semestinya. Sebaliknya nat yang terlalu renggang dan tidak terisi dengan baik juga beresiko menjadi jalur masuknya air ke bawah keramik.
Sebaiknya, berilah jarak antara lantai dan dinding sekitar 2 mm sebagai ruang bagi muai-susutnya keramik. Ruang muai-susut tersebut berguna ketika keramik memuai, karena perbesaran volumenya masih dapat ditampung oleh jarak tersebut sehingga lantai tidak akan terangkat.
2. Perubahan Suhu Dapat Membuat Lantai Lepas
Perhatikan sebelum memasang lantai keramik pilihlah keramik dan perekat yang berkualitas. Biasanya peristiwa ini terjadi saat memasuki musim panas. Meningkatnya temperatur tanah membuat lantai keramik memuai.
Hal umum terjadi pada ruangan yang biasa panas lalu terdapat AC. Area outdoor seperti teras juga rentan terhadap masalah popping. Jika kualitas lantai keramik buruk, maka pemuaian itu akan membuatnya pecah.
3. Beban yang Lebih Berat sehingga Lantai Keramik Terangkat
Setiap jenis lantai termasuk keramik memiliki ketahanan beban yang terbatas. Struktur pun demikian, beban berlebihan di satu titik dapat secara langsung memecahkan keramik atau menurunkan permukaan struktur di bawahnya (dak beton atau tanah) yang akan berpengaruh langsung pada lapisan keramik di atasnya.
4. Gunakan Kualitas Mortar Perekat yang Baik
Saat memulai mengimplementasikan pemasangan keramik, hal penting yang harus diperhatikan agar mencegah popping nantinya yaitu menggunakan adukan berkualitas bagus. Salah menggunakan kualitas adukan yang kurang bisa menyebabkan daya rekat adukan terhadap keramik berkurang. Sebaliknya, dengan kualitas adukan yang kurang baik, saat terjadi pemuaian sedikit saja.
Produk khusus untuk adukan keramik dapat dipilih karena campurannya lebih konsisten dan mengandung bahan adiktif yang meningkatkan daya rekat.
Agar mendapatkan hasil pemasangan keramik yang memiliki daya rekat yang kuat dan tahan lama dibutuhkan pemilihan mortar instan yang tepat. Mortar Indonesia hadir sebagai pilihan konsumen untuk mendapatkan kualitas bangunan bermutu dengan harga terjangkau.
Untuk itu, dalam pemilihan mortar harus mementingkan kualitas. Anda dapat memilih produk mortar instan perekat keramik dari Mortar Indonesia. Mortar Indonesia Perekat Keramik ( K-1) bisa menjadi solusi agar lantai tetap awet sehingga terhindar dari popping.
Foto: Mortar Indonesia
Mortar instan berkualitas dapat membuat struktur bangunan lebih kuat dan tahan lama termasuk dalam pemasangan keramik dan mencegah popping. Anda dapat memilih produk mortar instan perekat keramik dari Mortar Indonesia yang diformulasikan khusus sebagai perekat keramik pada dinding dan lantai. Dengan komposisi campuran semen, pasir, dan bahan pilihan yang tercampur secara homogen sehingga menghasilkan hasil yang maksimal dan berkualitas.
Selain itu, Anda juga bias menggunakan produk Mortar Indonesia Perekat Granit (K-2). Saat Anda mengimplementasikan Mortar, tak perlu khawatir repot karena tak memerlukan chipping pada permukaan dinding maupun lantai.
Daya rekat kuat sehingga keramik tidak mudah turun/merosot saat diaplikasikan secara vertikal. Tahan terhadap muai-susut. Hal penting yang perlu diketahui kualitas adukan dengan mortar tidak cepat kering saat diaplikasikan dan yang pasti akan terhindar dari popping pada keramik.
Foto: Mortar Indonesia
Itulah tips agar lantai keramik tetap awet dan terhindar dari popping. Semoga bermanfaat. Anda pun bisa mendapatkan produk Mortar di toko bangunan terdekat.
CM
(Agustina Wulandari )