Varian Delta Bermutasi Lagi, Namanya AY.4.2 Muncul di Rusia

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis
Jum'at 22 Oktober 2021 08:31 WIB
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Share :

Peneliti mengakui bahwa mereka belum cukup menyuntikkan vaksin Covid-19 di antara orang Rusia. Padahal ketersediaan vaksinasi Covid-19 sudah banyak dan luas sejak 2020.

“Satu-satunya hal yang dapat membantu melawan varian baru adalah vaksinasi, terutama bagi mereka yang belum terinfeksi virus corona,” tambah Khafizov. 

Kabarnya Rusia mengikuti pengumuman pemerintah Inggris yang sama-sama tengah memantau varian AY.4.2. Sebab varian ini menjadi penyebab peningkatan jumlah kasus Covid-19 di negara itu. 

Peringatan keras juga muncul di Rusia. Mereka bersiap untuk menerapkan minggu tanpa bekerja yang dimulai antara 30 Oktober hingga 7 November 2021. Tujuannya untuk mengendalikan jumlah kasus kematian dan infeksi yang terlihat selama sebulan terakhir. 

Presiden Vladimir Putin telah memberi wewenang kepada para pemimpin regional untuk memperpanjang pembatasan tersebut di luar tanggal 7 November jika kasus memang tidak kunjung menurun. 

Otoritas Moskow mengatakan bahwa akan dilakukan lockdown jangka pendek di ibu kota secara ketat. Mereka akan melakukan pembatasan paling ketat di Rusia sejak musim semi 2020 jika infeksi terus meningkat.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya