MUTASI virus Covid-19 memang akan terus terjadi, selama vaksin belum tersebar merata ke seluruh daerah. Mutasi terjadi biasanya dikarenakan fungsi dasar virus yang berubah menyesuaikan tempat dan kondisi.
Salah satu mutasi yang berbahaya adala varian Delta yang disebut mudah menular. Tapi, beberapa waktu lalu Rusia telah mendeteksi sub-varian baru virus corona dari strain varian Delta.
Ilmuwan Senior, Kamil Khafizov yang bekerja di kantor pemerintah Rusia mengatakan sub-varian AY.4.2 lebih menular daripada pendahulunya. Pria yang telah mengepalai kelompok ilmiah pengawas perlindungan konsumen ini mengatakan bahwa varian AY.4.2 dari strain Delta telah terdeteksi dalam kasus terisolasi di Rusia.
“Ini kemungkinan besar akan menyebar luas di Rusia dan dunia. Kami melihat lebih banyak kasus sub-strain ini," terang Khafizov, sebagaimana dilansir The Moscow Times, Jumat (22/10/2021).
Khafizov mengatakan AY.4.2 memiliki kemampuan 10 persen lebih menular daripada varian Delta. Pejabat kesehatan Rusia mengatakan varian Delta adalah jenis dominan dari gelombang keempat pandemi. Varian ini telah membanjiri rumah sakit negara itu di tengah tingkat vaksinasi yang sangat rendah.
Namun, Khafizov tidak berpikir laju infeksi akan meningkat secara radikal. Sebab varian ini hanya sedikit lebih menular. Khafizov menambahkan bahwa sub-varian AY.4.2 telah menyebar secara perlahan sejak pertama kali terdeteksi pada Juli.
Selain itu, ilmuwan juga menyatakan keyakinannya pada efektivitas vaksin Rusia terhadap varian. AY.4.2. Sebab varian jenis baru tersebut tidak begitu berbeda dengan yang lama. Sehingga tidak secara radikal mengubah kemampuan untuk mengikat antibodi.
Hanya satu dari tiga orang Rusia yang telah divaksinasi penuh terhadap Covid-19. Sementara jajak pendapat menunjukkan mayoritas penduduk masih enggan mengambil vaksin yang dikembangkan di dalam negeri.