Hermen juga mendririkan anak perusahaan jam tangan yakni La Montre Hermes di Bienne, Swiss. Tidak sampai situ Hermes bahkan mengakuisisi produsen peralatan makanan Puiforcat, Saint Louis dan Perigord pada 1980-an.
Hingga pada akhirnya tahun 1984 Hermes memperkenalkan tas Birkin yang sangat populer hingga kini. Tas ini tercipta setelah terjadi percakapan antara CEO Hermes kala itu, Jean-Louis Duma dan penyanyi Jane Birkin dalam penerbangan dari Paris menuju London.
Seperti yang diketahui sampai sekarang pun tas Birkin dengan beragam varian laris manis di kalangan sosialita. Satu buah tas Birkin bisa mencapai harga sekitar 170 juta rupiah hingga miliaran rupiah.
Hermes selalu menggunakan bahan kulit berkualitas tinggi yang kemudian dipadukan dengan logam mulia. Selain itu satu tas Hermes membutuhkan waktu yang sangat lama dalam pengerjaannya.
(Dyah Ratna Meta Novia)