Detty merupakan seorang penyintas bipolar disorder yang pertama kali didiagnosa pada 25 tahun yang lalu ketika ia masih tinggal di Australia. Pada saat pindah ke Jakarta, ia merasakan perubahan yang jauh lebih sulit saat mencari profesional yang cocok untuk mendampinginya.
"Di sana itu [Australia], saya punya satu tim dari dokter umum, psikolog, terus ada konselor, psikiater. Semuanya satu tim bekerja sama untuk mendukung saya dalam treatment dan terapi supaya saya bisa coping dengan kondisi saya,” ungkapnya.
Sementara itu, Widya juga mengingatkan tentang bahaya self-diagnose atau diagnosis yang dilakukan oleh diri sendiri karena lebih berpotensi menyimpan kekeliruan. Ia mengatakan bisa jadi ada kondisi lain yang tidak terdeteksi karena hanya mencari tahu informasinya sendiri tanpa berdiskusi dengan profesional.
Meski demikian, ia mengatakan pada sisi lain keterbukaan informasi mengenai isu kesehatan mental juga membawa dampak positif sehingga banyak orang yang terdorong untuk meningkatkan kesadaran dan mencari tahu tentang kondisi kesehatan mental hingga mau membicarakannya lebih jauh.
“Saya pikir itu sesuatu yang bagus juga supaya apa yang dirasakan dan apa yang dipikirkan itu tidak hanya disimpan sendiri, tapi berusaha untuk dicari tahu, berusaha untuk dibicarakan dengan orang lain sampai mungkin pada akhirnya bisa menemukan cara agar kondisinya lebih baik,” ujarnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)