Informasi dari The Telegraph menerangkan bahwa pemerintah Inggris sendiri sejatinya sudah mengeluarkan kebijakan untuk memperluas cakupan vaksinasi Covid-19, yaitu untuk anak-anak dengan kondisi jantung, paru-paru, dan hati kronis.
Sebelumnya ada 200.000 anak yang terdata, sebelumnya kelompok ini dinyatakan tidak layak. "Alasan kami memutuskan untuk memvaksinasi anak-anak dua dosis adalah karena kami melihat manfaat kesehatan bagi anak-anak itu sendiri," ungkap Anthony Harnden, wakil ketua JCVI.
"Ini masalah kesehatan mental yang sangat serius. Jadi, ketika si anak ini terpapar Covid-19, dia bisa menyebarkannya ke orangtua atau nenek-kakek mereka yang tinggal serumah, yang kekebalannya mungkin rentan, dan ini akan membahayakan mereka semua," katanya.
Menurutnya, dengan vaksinasi tersebut maka akan memberikan anak-anak perlindungan agar tidak menjadi penyebar virus ke orangtua atau kakek-nenek. "Jika itu terjadi, akan sangat menghantui anak-anak selama sisa hidup mereka," tambah Harnden.
(Martin Bagya Kertiyasa)