WHO Kembali Minta Vaksin Booster Ditunda: Ada Risiko Varian Lebih Ganas dari Delta

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis
Selasa 24 Agustus 2021 11:26 WIB
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)
Share :

BEBERAPA negara memutuskan untuk memberikan suntikan dosis ketiga, atau yang kerap disebut booster, guna mengurangi persebaran Covid-19. Pasalnya mutasi varian delta menyebabkan vaksin yang telah disuntikan mengalami degradasi.

Tapi, masih belum meratanya penyebaran vaksin membuat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) khawatir akan potensi meningkatnya persebaran di negara-negara minim vaksin. Apalagi jika negara tersebut padat akan penduduk.

Oleh karena itu, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pun kembali menyerukan moratorium dua bulan pada suntikan penguat Covid-19 karena banyak negara berpenghasilan rendah dan menengah masih berjuang untuk menyediakan vaksin yang cukup untuk warganya.

Mengutip Thehill seperti dilaporkan oleh Associated Press, pernyataan ini dilontarkan saat dia berbicara kepada wartawan di Budapest. Kepala WHO berpendapat bahwa tidak meratanya vaksin akan memicu risiko munculnya varian Covid-19 yang lebih menular.

Ini bukan pertama kalinya WHO meminta negara-negara tersebut menunda vaksin booster. Pada awal bulan ini, statement yang sama juga dikeluarkan oleh WHO dengan alasan bahwa belum dapat dibuktikan apakah suntikan booster lebih efektif dalam mencegah penularan Covid-19 daripada hanya dua suntikan.

Permintaan Tedros ini seiring dengan langkah AS yang bersiap untuk mulai memberikan dosis ketiga vaksin Covid-19 kepada semua orang Amerika yang menerima vaksin Pfizer-BioNTech atau Moderna mulai 20 September.

Pakar kesehatan pun telah memperingatkan bahwa selama populasi besar orang tetap tidak divaksinasi, risiko varian Covid-19 yang lebih menular seperti varian delta akan muncul.

“Virus akan mendapat kesempatan untuk beredar di negara-negara dengan cakupan vaksinasi rendah, dan varian delta bisa berkembang menjadi lebih ganas, dan pada saat yang sama juga bisa muncul varian yang lebih kuat,” kata Ghebreyesus.

Pada hari Minggu, Ahli Bedah Umum AS Vivek Murthy menegaskan bahwa AS akan dapat memberikan suntikan booster sambil tetap membantu meningkatkan vaksinasi di seluruh dunia, baik melalui sumbangan atau dengan meningkatkan produksi vaksin di luar negeri.

"Ini adalah masalah kritis karena kita tahu bahwa untuk mengakhiri pandemi ini dan untuk mencegah pengembangan varian di masa depan, kita perlu memvaksinasi Amerika dan dunia. Kita harus melakukan keduanya," kata Murthy.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya