BEBERAPA negara memutuskan untuk memberikan suntikan dosis ketiga, atau yang kerap disebut booster, guna mengurangi persebaran Covid-19. Pasalnya mutasi varian delta menyebabkan vaksin yang telah disuntikan mengalami degradasi.
Tapi, masih belum meratanya penyebaran vaksin membuat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) khawatir akan potensi meningkatnya persebaran di negara-negara minim vaksin. Apalagi jika negara tersebut padat akan penduduk.
Oleh karena itu, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pun kembali menyerukan moratorium dua bulan pada suntikan penguat Covid-19 karena banyak negara berpenghasilan rendah dan menengah masih berjuang untuk menyediakan vaksin yang cukup untuk warganya.
Mengutip Thehill seperti dilaporkan oleh Associated Press, pernyataan ini dilontarkan saat dia berbicara kepada wartawan di Budapest. Kepala WHO berpendapat bahwa tidak meratanya vaksin akan memicu risiko munculnya varian Covid-19 yang lebih menular.
Ini bukan pertama kalinya WHO meminta negara-negara tersebut menunda vaksin booster. Pada awal bulan ini, statement yang sama juga dikeluarkan oleh WHO dengan alasan bahwa belum dapat dibuktikan apakah suntikan booster lebih efektif dalam mencegah penularan Covid-19 daripada hanya dua suntikan.
Permintaan Tedros ini seiring dengan langkah AS yang bersiap untuk mulai memberikan dosis ketiga vaksin Covid-19 kepada semua orang Amerika yang menerima vaksin Pfizer-BioNTech atau Moderna mulai 20 September.