“Dari data studi satu lembaga independen, memperlihatkan bahwa bioteknologi kesehatan ini faktanya memang belum terlalu diminati oleh anak muda. Ada persepsi kalau bidang ini belum potensial bagi anak muda,” tambahnya.
Agar Indonesia bisa lebih banyak mempunyai sumber daya manusia berkualitas di bidang bioteknologi kesehatan, menurutnya sosialisasi harus dilakukan lebih gencar bisa jadi salah satu trik.
“Salah satu trik menarik generasi muda masuk ke bioteknologi kesehatan, sosialiasi lebih gencar. Dengan sosialisasi ditambah konteksnya sekarang pandemi Covid-19 ini, semoga jadi momentum baru angin segar baru bagi generasi muda untuk studi ilmu bioteknologi kesehatan,” katanya.
(Martin Bagya Kertiyasa)