Pandemi Sebabkan Perawatan Pasien Kanker Jadi Terganggu

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis
Rabu 28 Juli 2021 23:38 WIB
Ilustrasi kanker. (Foto: Shutterstock)
Share :

PANDEMI covid-19 ternyata membuat perawatan pasien kanker secara global menjadi terganggu. Hal ini secara signifikan berdampak buruk, sebab kemungkinan melakukan diagnosis dini, terapi, dan pemantauan pasien kanker menjadi tertunda.

Berdasarkan data Global Cancer Statistic (Globocan) 2020, jumlah kasus baru kanker paru di Indonesia meningkat 8,8 persen menjadi 34.783 kasus atau menempati peringkat ketiga.

Baca juga: Yuk Cegah Kanker Payudara di Masa Pandemi dengan Cara Ini 

Sementara jumlah kematian akibat kanker paru meningkat 13,2 persen menjadi 30.843 jiwa atau menempati peringkat pertama. Hal itu disebabkan sebagian besar pasien terdiagnosis pada stadium lanjut.

Ketua Tim Kerja Onkologi Paru PDPI Prof dr Elisna Syahruddin PhD SpP(K) mengatakan jika ditemukan pada tahap awal, sebelum kanker bermetastasis, hasil akhir perawatan pasien biasanya lebih baik. Oleh karena itu terlepas dari kondisi pandemi covid-19, pasien kanker tetap disarankan terus melakukan konsultasi dengan dokter dan tidak menunda pengobatan.

Baca juga: Deteksi Dini Kanker Payudara lewat Mammomat Revelation 

"Diagnosis dan pengobatan yang tepat waktu merupakan faktor penting untuk menentukan keberhasilan pengobatan kanker paru," terang Prof Elisna dalam jumpa pers 'Peluncuran Layanan Digital PULIH dalam Rangka Hari Kanker Paru Sedunia', Rabu (28/7/2021).

Selain itu, masyarakat juga diimbau menghindari faktor risiko kanker paru dan mengetahui gejala kanker paru sehingga apabila merasakan beberapa gejala tersebut, perlu segera melakukan konsultasi dengan dokter agar bisa terdiagnosis lebih cepat.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya