Sementara 34 persen menyatakan memiliki lebih banyak waktu untuk memasak dan mencoba resep baru, 24 persen menyatakan punya kesempatan untuk jauh dari pengaruh yang berpeluang merusak pola
makan.
"Dari hasil survei, kita dapat mengamati bahwa masyarakat kita lebih banyak makan buah, sayuran, dan makanan nabati lainnya. Namun, faktanya, banyak konsumen ingin lebih banyak mengkonsumsi protein nabati yang padat nutrisi tetapi tidak tahu harus mulai dari mana," tuturnya.
"Ini menunjukkan perlunya pendidikan nutrisi masyarakat yang lebih luas untuk membantu konsumen membuat keputusan yang lebih baik dalam pola makan harian mereka," kata Andam Dewi.
Hasil survei juga mengungkapkan, 59 persen responden dari Indonesia telah mengambil keputusan untuk mengubah pola makan selama pandemi. Perubahan tersebut digambarkan dengan 39 persen responden menyatakan mulai dengan mengkonsumsi lebih banyak buah dan sayur.
Sementara 28 persen responden juga menyebut lebih memilih makanan berbahan nabati dan 22 persen mencoba dengan mengurangi konsumsi nasi. Sejak mengubah pola makan, 79 persen responden Indonesia merasakan perbedaan pada kesehatan tubuhnya saat pandemi.
Bahkan, 71 persen responden juga mengaku, pandemi memberi mereka lebih banyak waktu untuk berolahraga. Selain itu, 71 persen responden juga percaya, mereka akan menjadi individu yang lebih sehat saat pandemi berakhir, dan akan membawa dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan secara umum.
(Martin Bagya Kertiyasa)