PEMERINTAH menargetkan vaksinasi Covid-19 bisa mencapai 1 juta orang per hari. Guna menjamin ketersediaan vaksin Covid-19 tersebut, pemerintah pun mendatangkan berjuta vaksin.
Vaksin tersebut, didatangkan dari berbagai tempat mulai dari beli dengan dana sendiri, ataupun perjanjian bilateral dan multilateral seperti COVAX Facility bersama GAVI dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan juga donasi dari negara-negara sahabat.
Saat ini ada setidaknya enam jenis vaksin Covid-19 yang akan digunakan di Indonesia yakni Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer, dan Novavax. Masing-masing jenis vaksin tersebut memiliki mekanisme untuk pemberiannya masing-masing, baik dari jumlah dosis, interval pemberian hingga platform vaksin yang berbeda-beda.
Merangkum dari laman Instagram Komite Percepatan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) @lawancovid19_id, Rabu (14/7/2021), dari keenam vaksin yang akan didatangkan ke Indonesia, baru empat vaksin yang sudah mendapatkan izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan per 2 Juli 2021 yakni Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, dan Moderna.
Sementara itu baru tiga jenis vaksin saja yang telah diberikan kepada masyarakat yakni Sinovac, AstraZeneca, dan Sinopharm. Vaksin Moderna telah tersedia di Tanah Air dan rencananya akan diprioritaskan untuk para tenaga kesehatan (nakes) sebagai booster, dan masih menunggu arahan pemerintah.
Sinovac
Platform: Inactivated virus (Virus yang sudah dimatikan).
Jumlah dosis: 2 (0,5ml per dosis).
Interval minimal pemberian antar dosis: 28 hari.
Cara pemberian: Intramuskular.