Adapun efek samping kebanyakan menggunakan ivermectin adalah muncul mual, muntah, nyeri ulu hati, bahkan diare, sakit kepala, dan kalau dikonsumsi dalam jumlah besar dengan jangka waktu pendek yang paling terganggu adalah kerusakan liver.
Prof Ari mengimbau agar masyarakat tidak terburu-buru untuk mengambil sikap membeli Ivermectin sebagai pencegahan apalagi pengobatan Covid-19. Sebab, ada efek samping yang harus dipahami.
"Jangan terburu-buru membeli obat ini apalagi untuk pencegahan atau mengobati Covid-19. Tapi kalau masyarakat ingin mengonsumsi obat ini sebagai obat cacing, ya, enggak masalah, asal sesuai anjuran dokter," katanya.
"Saya perlu katakan sekali lagi bahwa ada beberapa hal yang harus diperhatikan misalnya ada alergi atau engga dan masyarakat harus mengantisipasi adanya efek samping dari obat ini," tambah Prof Ari.
Adapun 8 Rumah Sakit yang terlibat, antara lain RS Umum Pusat Persahabatan (Jakarta), RS Penyakit Infeksi Sulianti Saroso (Jakarta), RSUD Sudarso (Pontianak), RS Umum Pusat H. Adam Malik (Medan), RSPAD Gatot Subroto (Jakarta), RSAU Esnawan Antariksa (Jakarta), RS Suyoto (Jakarta), dan RSDC Wisma Atlet Kemayoran (Jakarta).
(Martin Bagya Kertiyasa)