Pandemi Covid-19 tak hanya berdampak pada kesehatan, namun hingga ke semua aspek kehidupan, termasuk keuangan. Padahal, problem keuangan merupakan masalah yang cukup sensitif dalam kehidupan rumah tangga.
Cukup banyak perceraian yang terjadi akibat kondisi maupun konflik ekonomi. Saat ini, banyak sosok suami yang sedang berada dalam tekanan atau under pressure.
Di satu sisi, ia mengalami tekanan batin karena ia merasa harus memenuhi kebutuhan keluarga, sedangkan pendapatan mungkin saja berkurang, atau bahkan hilang.
Ketika manusia berada dalam sebuah tekanan, mereka akan lebih sensitif dari biasanya. Jika sudah demikian, maka lebih mudah untuk terjadi konflik dalam sebuah pernikahan. Bahkan, masalahnya pun bisa merembet ke aspek apapun.
Nah, menanggapi hal demikian, bagaimana seharusnya istri bersikap yang akhirnya berpengaruh terhadap kesehatan pernikahan Anda? Nah, Konsultan Pernikahan Indra Noveldy punya jawabannya.
"Jadi menikah itu bukan hanya menjalankan peran sebagai suami dan ayah, atau istri dan ibu. Tetapi Anda juga harus bisa menjadi sahabat, kekasih, dan juga partner," tutur Indra dalam webinar Berkonflik Sehat dengan Pasangan, Jumat 9 April 2021.
Dalam hal ini, Indra mengatakan, agar hubungan pernikahan tidak mengalami konflik akibat suami yang sedang berada dalam tekanan, sebagai istri, mereka bisa mengambil peran sebagai sahabat.
"Jika suami sedang under pressure, yuk ambil peran sebagai partner dulu sebagai pasangan. Ini karena suami sedang membutuhkan Anda sebagai tambahan energy buat dia berjuang," jelasnya.
Jika Anda tidak bisa mengambil peran ini saat mereka sulit, lanjut Indra, tahukah Anda apa yang terjadi? Suami akan memendam perasaannya dan menjadi dendam.
"Saat dia sedang under pressure tapi Anda tidak terekam dan dilihat pasangan, apa yang terjadi saat kondisi sudah baik? Dendam. Saat kamu mengutarakan keluhan kepada dia suatu saat nanti apa yang dia lakukan? Ngungkit," tukasnya.
(Helmi Ade Saputra)