Sejatinya kolesterol diperlukan bagi tubuh untuk proses metabolisme, membangun sel-sel baru, memproduksi vitamin D dan membentuk hormon. Namun jika kandungannya terlalu tinggi, kolesterol bisa menjadi akar dari berbagai penyakit serius, terutama penyakit kardiovaskuler. Makanya harus diturunkan kadarnya.
"Apabila kadar kolesterol berlebih, akan terjadi penumpukan lapisan lemak disepanjang pembuluh darah, jika kondisi ini terus berlangsung, kolesterol yang terus terakumulasi akan menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan memperberat kinerja jantung", ujar Dokter Siloam Hospitals Ambon, dr. Denny Jolanda Sp.PD, Senin (15/2/2021).
Menurut dr Denny, selain mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan dokter, ada beberapa cara alami yang dapat dilakukan untuk membuat kolesterol turun lebih cepat, antara lain:
1. Perbanyak konsumsi sayur dan buah
Memperbanyak konsumsi sayur dan buah merupakan salah satu cara terbaik untuk mempercepat penurunan kadar kolesterol dalam tubuh. Hal ini karena kandungan serat dalam sayur dan buah dapat membantu turunkan kadar kolesterol jahat (LDL). Jumlah konsumsi sayur dan buah yang disarankan untuk menurunkan kolesterol adalah sekitar 500 gram setiap harinya.
2. Hindari makanan berlemak
Makanan berlemak merupakan musuh bagi pengidap kolesterol tinggi. Oleh karena itu, hindarilah konsumsi makanan berlemak, seperti goreng-gorengan. Sebagai gantinya, pilihlah makanan yang rendah lemak, seperti ikan, ayam, daging sapi tanpa lemak, putih telur, kacang-kacangan, tahu, dan tempe. Pastikan untuk tidak menggoreng makanan-makanan tersebut, ya.
3. Berolahraga
Jalani aktivitas gerak tubuh dengan melakukan olahraga agar membantu menurunkan kadar kolesterol. Olahraga teratur 4-6 kali/minggu selama 30-60 menit, dan hindari gaya hidup yang tidak aktif secara fisik.
4. Berhenti Merokok
Kebiasaan merokok dapat meningkatkan resiko terbentuknya plak kolesterol di pembuluh darah. Namun, sebelum melakukan berbagai upaya untuk menurunkan kolesterol, perlu mengetahui kadar kolesterol terlebih dahulu.
"Apalagi kolesterol tinggi kerap tidak menimbulkan gejala yang berarti. Diperlukanpemeriksaan kesehatan secara rutin," imbuh dr Denny.