RAMAI pesan berantai di WhatsApp Group berisi permintaan supaya Presiden Joko Widodo divaksin ulang. Pernyataan tersebut berdasar pada ungkapan seorang dokter di Cirebon yang menilai vaksinator, Profesor Abdul Muthalib, salah menyuntik.
Ya, si dokter menyatakan bahwa injeksi vaksin Sinovac seharusnya intramuskular atau menembus otot sehingga penyuntikannya harus dilakukan dengan tegak lurus atau 90 derajat. Dokter itu menilai, vaksin yang diterima Presiden Joko Widodo tidak menembus otot karena tidak 90 derajat.
Dengan anggapan tersebut, vaksin Covid-19 yang disuntikkan ke Jokowi pada 13 Januari 2021 tidak masuk ke dalam darah dan hanya sampai di kulit (intrakutan) atau di bawah kulit (subkutan).