Detak Jantung Terasa Terlalu Cepat atau Lambat, Bisa Jadi Aritmia

Siska Permata Sari, Jurnalis
Senin 11 Januari 2021 10:50 WIB
Ilustrasi gejala aritmia pada sakit jantung. (Foto: Freepik)
Share :

Lalu ada supraventrikular takikardi atau kondisi ketika denyut jantung terlalu cepat dan teratur, ventrikel ekstra sistol sebuah kondisi ketika ada denyutan lain di luar denyut normal. Terakhir adalah ventrikel takikardia/fibrilasi yaitu kondisi ketika bilik jantung berdenyut sangat cepat bahkan hanya bergetar.

Baca juga: Ahli: Kasus Covid-19 Akan Turun jika Angka Penggunaan Masker Mencapai 95% 

"Ketika terjadi aritmia, beberapa orang tidak menyadari kondisi mereka karena gejalanya tidak spesifik. Namun pada kasus-kasus yang berat, gangguan aritmia dapat menyebabkan terjadinya stroke, bahkan kematian jantung mendadak," jelasnya.

Meski aritmia kadangkala tidak disadari, ada beberapa gejala yang perlu diwaspadai. Di antaranya adalah jantung berdebar, kelelahan hingga hampir pingsan, sakit kepala ringan, sesak napas, serta nyeri dada atau rasa tak nyaman di dada.

(Hantoro)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya