PERNAHKAH Anda merasakan detak jantung tidak normal. Bisa jadi itu adalah gejala aritmia. Aritmia merupakan kondisi detak jantung terasa terlalu cepat, terlalu lambat, atau bahkan tidak teratur.
Ternyata ada beberapa penyebab aritmia, di antaranya adalah hipertensi, diabetes, kelainan katup jantung, dan penyakit jantung koroner.
Baca juga: Mengenal Aritmia, Penyakit Jantung yang Tak Kenal Usia
"Pada beberapa kasus penyebabnya belum diketahui," ungkap dokter jantung Sunu Budhi Raharjo PhD SpJP(K), seperti dikutip dari keterangan resminya, Senin (11/1/2021).
Ia menjelaskan, selain kondisi medis, aritmia juga bisa dipicu gaya hidup yang tidak sehat.
"Misalnya, tidak dapat mengelola stres dengan baik, kurang tidur, merokok, konsumsi minuman beralkohol atau berkafein secara berlebihan dan penyalahgunaan NAPZA," paparnya.
Baca juga: Ini 3 Gejala Serius Serangan Jantung dan Paling Umum Terjadi, Segera Ditangani Ya
Ada beberapa jenis aritmia yang sering ditemui, yaitu fibrilasi atrium (FA) atau kondisi jantung berdetak lebih cepat dan tidak teratur. Kemudian blok nodus sinus atau blok atrioventrikular yakni kondisi ketika jantung berdetak lebih lambat.
Lalu ada supraventrikular takikardi atau kondisi ketika denyut jantung terlalu cepat dan teratur, ventrikel ekstra sistol sebuah kondisi ketika ada denyutan lain di luar denyut normal. Terakhir adalah ventrikel takikardia/fibrilasi yaitu kondisi ketika bilik jantung berdenyut sangat cepat bahkan hanya bergetar.
Baca juga: Ahli: Kasus Covid-19 Akan Turun jika Angka Penggunaan Masker Mencapai 95%
"Ketika terjadi aritmia, beberapa orang tidak menyadari kondisi mereka karena gejalanya tidak spesifik. Namun pada kasus-kasus yang berat, gangguan aritmia dapat menyebabkan terjadinya stroke, bahkan kematian jantung mendadak," jelasnya.
Meski aritmia kadangkala tidak disadari, ada beberapa gejala yang perlu diwaspadai. Di antaranya adalah jantung berdebar, kelelahan hingga hampir pingsan, sakit kepala ringan, sesak napas, serta nyeri dada atau rasa tak nyaman di dada.
(Hantoro)