Hari Ayah Nasional yang diperingati setiap 12 November, menjadi momentum yang sangat pas untuk anak membahagiakan ayahnya. Memang Anda bisa melakukannya setiap hari, tapi pada peringatan tersebut tak ada salahnya untuk memberikan yang terbaik.
Lalu bagaimana cara membahagiakan orangtua, khususnya ayah? Dikutip dari channel YouTube motivator Indonesia, Merry Riana ada lima cara sederhana yang bisa Anda lakukan untuk membahagiakannya.
1. Perhatian tulus dan terus-menerus
Memberikan perhatian secara terus menerus dan tulus kepada ayah, merupakan hal sederhana yang bisa Anda lakukan. Bukan hanya memberikan atau membantunya dari finansial saja, namun menanyakan kabar dan berkomunikasi dengan baik juga cukup.
"Sebenarnya yang mereka butuhkan adalah perhatian dari kamu, jadi luangkan waktu untuk mengunjungi orangtua," kata Merry.
2. Memberikan yang terbaik
Baik itu makanan, perawatan atau liburan berikan semua itu yang terbaik. Cobalah ingat ketika Anda masih kecil, mereka selalu mendahulukan anaknya. Maka dari itu ketika dewasa adalah waktunya untuk membalasnya.
"Inilah saatnya ketika kamu sudah beranjak dewasa untuk membalas kebaikan mereka," ujarnya.
3. Libatkan orangtua, minta doa restu
Melibatkan orangtua dalam segala hal merupakan hal terpenting. Tanpa disadari yang membuat Anda sukses adalah doa-doa dari mereka, khususnya ayah. Oleh karenanya jangan sungkan untuk meminta restu.
4. Libatkan anak-anak
"Ini bagi yang sudah berkeluarga. Libatkan anak-anak dengan orangtua karena kehadiran cucu adalah pewarna yang terbaik untuk mereka," terangnya.
Bayangkan, ayah Anda masih hidup dan punya waktu untuk mengajak bermain anak-anak Anda. Tentunya ini sangat menyenangkan, sehingga anak dan kakek neneknya akan merasa semakin dekat.
Baca juga: Edward Snowden Ajukan Jadi Warga Negara Rusia
5, Banggakan orangtua
Setiap orangtua pasti selalu membanggakan anaknya kepada siapa saja. Hal ini tentunya sangat umum. Misalnya Anda berhasil masuk di perusahaan besar, tentunya orangtua terutama ayah akan sangat senang.
"Tapi apakah kamu melakukan sebaliknya? Apakah kamu juga membanggakan orangtuamu di depan orang lain karena mereka sudah rela berkorban," tuturnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)