Tapi, ia hanya minum setengahnya dan menyimpan sisanya untuk tes laboratorium. Setelah melakukan tes, akhirnya semua kecurigaan yang ia rasakan mulai terungkap.
"Saya memasukkan separuh lainnya ke dalam tabung reaksi dan tes menunjukkan bahwa tabung itu mengandung 10 kali jumlah obat penenang yang biasanya disarankan. Dengan melibatkan polisi, kami berhasil menghentikannya saat dia memasukkan obat ke dalam cangkir saya,” sambung Alice.
Setelah tertangkap basah Cerrato kemudian mengaku bahwa ia membubuhi kopi rekannya dengan obat penenang, karena ingin memecatnya. Dia mengantisipasi PHK di perusahaan tempat mereka bekerja, dan ini adalah caranya memastikan bahwa orang lain yang dipecat dan bukan dia.
Cerrato kini telah digugat dan setelah melewatu persidangan yang panjang, dia dijatuhi hukuman empat tahun penjara pada pekan lalu.
(Helmi Ade Saputra)