Awal 2020 Nippon Foundation Nirlaba meluncurkan Proyek Toilet Tokyo sebagai upaya kreatif untuk menyembuhkan fobia toilet yang banyak dialami oleh masyarakatnya. Proyek ini melibatkan 16 orang arsitek berpengalaman untuk merenovasi 17 toilet umum yang terletak di Distrik Shibuya yang menjadi salah satu jawasan komersial tersibuk di Tokyo.
Renovasi toilet ini bertujuan supaya masyarakat merasa nyaman saat menggunakan toilet umum dan menumbuhkan semangat keramahan untuk para pengguna selanjutnya. Arsitek pemenang Pritzker Prize, Shigeru Ban mendapatkan perhatian paling banyak sejauh ini.
Ini terjadi karena ia berhasil menciptakan toilet yang desainnya bertentangan dengan karakteristik utama toilet modern.
Biasanya saat berbicara terkait toilet, maka akan mengarah pada hal privasi. Tetapi kreasi arsitek Jepang di Taman Komunitas Haru no Ogawa dan Taman Mini Yoyogi Fukamachi ini memiliki dinding yang justru tembus pandang. Meski demikian sifat transparan dari kamar mandi umum revolusioner ini berdasarkan desainnya yang memungkinkan pengguna potensial untuk melihat ke dalam sebelum masuk ke dalam.
Alhasil para pengguna selanjutnya dapat melihat kebersihan di dalam toilet usai digunakan. Selain itu mereka juga bisa melihat apakah toilet tersebut sedang digunakan atau tidak, sehingga tidak perlu berlama-lama untuk menunggu.
Sebagaimana dilansir dari Oddity Central, Senin (24/8/2020), toilet unik ini terdiri dari beberapa bilik yang berdekatan. Masing-masing memiliki warna yang berbeda, dan mengandalkan teknologi smartglass terbaru yang dapat mengubah dinding transparan menjadi buram setiap kali pintu kamar mandi dikunci. Namun dinding akan kembali menjadi transparan apabila pintu tersebut tidak dikunci.