2. Makanan pemicu panas
Secara umum, hamil dapat menyebabkan suhu tubuh wanita naik. Kenaikan berat badan selama kehamilan menurunkan rasio massa tubuh terhadap luas permukaan tubuh. Sehingga membuat pembuangan panas lebih sulit pada wanita hamil.
Tuntutan metabolisme janin yang sedang berkembang juga menghasilkan panas dalam tubuh Ibu hamil. Ibu hamil juga banyak yang mengalami dehidrasi, yang dapat memicu kontraksi rahim yang menyebabkan awal persalinan jika didapatkan pada akhir usia kehamilan.
Karena alasan inilah ibu hamil disarankan untuk meminimalkan atau sepenuhnya menghilangkan makanan pemicu panas dari diet Ibu. Umumnya, makanan penginduksi panas, makanan berminyak atau goreng, makanan pedas, pepaya mentah atau setengah matang, nanas dan terong.
Melalui metode farmakologis in vivo dan in vitro yang terkontrol, telah ditemukan bahwa efek kontraktil getah pepaya mentah ditandai oleh kejang. Maka dari itu, penelitian telah mengatakan bahwa meskipun konsumsi normal pepaya matang oleh ibu hamil tidak menimbulkan bahaya, namun pepaya mentah atau setengah matang lebih baik dihindari oleh ibu hamil.
Pentingnya diet yang tepat selama kehamilan sulit dilebih-lebihkan. Untuk ibu hamil, diet harus seimbang dan harus didasarkan pada rekomendasi umum untuk semua orang dewasa yang sehat.
Dalam diet seimbang, makanan nabati dan minuman bebas kalori sementara harus dikonsumsi dalam jumlah banyak. Sedangkan makanan hewani dikonsumsi dalam jumlah sedang. Makanan ringan dan permen, hanya boleh dikonsumsi sedikit.
Kebiasaan makan dan gaya hidup selama kehamilan dan menyusui, mempengaruhi kesehatan ibu dan anak. Konsumsi makanan yang seimbang dan bervariasi sejak periode prakonsepsi sangat penting untuk memastikan kesejahteraan ibu hamil.
1000 hari pertama setelah pembuahan dilihat sebagai jendela sensitif untuk mendefinisikan kesehatan anak, serta risiko penyakit yang tidak menular di kemudian hari. Ibu hamil harus mempunyai gaya hidup sehat dengan dibarengin olahraga dan diet seimbang dapat dianggap sebagai pembangun untuk mencegah segala penyakit.
(Dewi Kurniasari)