Bahaya Ibu Hamil Makan Pakai Wadah Plastik

Anabel Lerric, Jurnalis
Jum'at 24 Juli 2020 23:44 WIB
Ilustrasi. (Foto: Freepik)
Share :

WADAH plastik memang praktis dibawa sebagai tempat bekal makanan. Namun bagi ibu hamil tidak dianjurkan untuk menggunakan wadah plastik loh.

Untuk menjaga kandungan, Anda harus benar-benar menjaga asupan makanan serta produk penggunaan barang. Termasuk wadah plastik karena ada efek berbahaya yang dialami selama kehamilan hingga kelahiran si kecil.

Ibu hamil pun diperingatkan tentang efek berbahaya dari wadah plastik, serta makanan yang merangsang panas selama kehamilan. Tapi bagaimana ya penjelasannya selengkapnya?

Berikut Okezone rangkum beberapa ancaman terhadap Ibu hamil yang ditimbulkan oleh wadah plastik dan makanan yang memicu panas seperti dilansir Okezone dari Boldsky.

Baca Juga: SK Reisa Broto Asmoro Jadi Jubir Covid-19 Turun, Selamat Ya Dok!

1. Wadah plastik

Sesuai penelitian yang dilakukan oleh Stanford University, temuan yang dipresentasikan pada konferensi tahunan American Society for Reproductive Medicine di Boston, tingkat kontak yang tinggi dengan bahan kimia yang ditemukan dalam berbagai plastik dapat sangat meningkatkan kemungkinan keguguran. Maka dari itu, Ibu hamil sering kali diperingkatkan akan peningkatan risiko keguguran dari makanan yang dipanaskan dalam wadah plastik.

Ancaman telah dikaitkan dengan kehadiran bahan kimia Bisphenol A (BPA) yang bocor dari jenis plastik tertentu yang terkena suhu tinggi.

BPA, salah satu bahan kimia yang paling banyak digunakan saat ini. BPA ini banyak ditemukan dalam berbagai produk konsumen seperti botol air, wadah makanan dan minuman, dan lainnya. Monomer BPA dapat dilepaskan dari produk konsumen seperti itu yang terpapar pada suhu tinggi baik atau kondisi asam dan atau basa.

Berbagai penelitian telah melaporkan berbagai efek BPA pada bayi dan janin. Efek-efek ini termasuk gangguan pada otak dan perilaku. Perilaku seperti kecemasan adalah salah satu efek yang diketahui paling terkenal dari paparan dari BPA pada keturunan.

Efek BPA bisa terjadi ketika paparan itu terbatas pada kehamilan dan menyusui saja. Sementara kelainan perilaku pada bayi dapat diambil untuk mencerminkan perubahan di otak, tingkat dan sifat perkembangan otak bervariasi selama periode kehamilan yang berbeda.

Menurut Pusat Informasi Bioteknologi Nasional (NCBI), sensivitas BPA bisa meningkat pada akhir kehamilan. Sebagaimana pernah dinilai oleh efek perilaku yang diamati pada anak anjing yang terpapar, pada periode prenatal yang berbeda.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya