Besok, Kamis 23 Juli diperingati Hari Anak Nasional (HAN). Salah satu yang disoroti dan fokus dari HAN 2020 ini adalah melindungi anak dari Covid-19.
Pandemi COVID-19 tak hanya mengintai orang dewasa namun juga menyerang anak-anak. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, sudah ada 7.008 anak-anak di Indonesia terpapar virus Covid-19.
"Per tanggal 19 Juli sebanyak 8,1 persen atau sekitar 7.008 anak-anak di Indonesia terpapar virus COVID-19 dari kasus Covid-19 yang tercatat sebanyak 86.521 orang," ujar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Kementerian Kesehatan, Fidiansjah, dalam YouTube channel BNPB, Senin (20/7/2020).
Untuk itu, orangtua wajib melakukan pengawasan terhadap anak-anaknya dan memastikan bahwa mereka terlindung dari Covid-19, termasuk dampak pandemi bagi kesehatan mental mereka. Melansir CDC, Rabu (22/7/2020), berikut tips melindungi anak dari Covid-19.
Awasi anak
Gejala Covid-19 bisa berbeda-beda di setiap orang. Mulai dari demam, flu, batuk, kesulitan bernapas, atau bahkan tidak mengalami gejala apapun. Karena itu, penting untuk mengawasi anak jika mereka mengalami salah satu tanda dari gejala di atas.
Jaga kesehatan anak
Orangtua berperan penting dalam mengajarkan anak agar mau mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Ajarkan kepada mereka pentingnya menjaga kesehatan, seperti sering-sering mencuci tangan, menutup hidung dengan siku ketika bersin, dan jangan bermain ketika sakit.
Jelaskan kepada anak mengenai bahaya yang mengintai ketika terpapar Covid-19. Dengan demikian, anak-anak akan lebih patuh dalam melaksanakan protokol kesehatan.
Bantu anak Anda tetap aktif
Anak-anak sedang berada dalam masa pertumbuhan sehingga mereka harus tetap aktif. Jika Anda khawatir anak-anak bermain diluar, Anda bisa mengajaknya untuk bermain di rumah yang tak kalah seru.
Seperti bermain tenda-tendaan di dalam rumah, senam, yoga, melukis, menggambar, bahkan membantu Anda memasak.
Bantu anak tetap terhubung secara sosial
Berdiam diri di rumah sepanjang hari membuat anak-anak kurang bersosialisasi. Ini dapat menyebabkan anak-anak menjadi sedih bahkan stres.
Untuk itu, buatkan jadwal kepada anak agar bisa melakukan video call dengan teman-temannya. Ini akan memenuhi kebutuhan sosial dan emosional anak.
Bantu anak mengatasi stres
Jika Anda melihat adanya tanda-tanda perubahan perilaku anak, bisa jadi mereka sedang mengalami stres. Anda bisa mengajak mereka berbicara dan menanyakan masalah yang dimilikinya. Jika Anda tidak yakin untuk mengatasi masalah ini, Anda bisa menghubungi bantuan psikolog profesional.
Menurut CDC, tanda-tanda stres pada anak antara lain kekhawatiran dan kesedihan yang berlebih serta sulit berkonsentrasi. Sedangkan pemicunya bisa jadi anak-anak memiliki kebiasaan makan yang tidak sehat hingga kebiasaan tidur yang buruk.
(Helmi Ade Saputra)