Sementara reseller murni memang harus menyiapkan modal khusus. Selain itu, harus pintar-pintar mencari produk yang murah dan terjamin kualitasnya.
"Jadi reseller itu tidak perlu riset produk lagi. Lihat saja testimoninya di marketplace. Kalau meyakinkan, kita tinggal bantu jual saja," kata Iqbal.
Nah, untuk skema penjualannya sendiri, reseller harus pintar-pintar mencari peluang dengan memanfaatkan kondisi yang ada.
Ambil contoh di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini. Konsumen cenderung lebih percaya membeli produk dari orang-orang yang mereka kenal baik.
"Ini kesempatan yang bagus. Anda bisa menjualnya di group whatsapp komplek rumah, kantor, teman senam, dan lain sebagainya. Karena sekarang, masyarakat itu sedang mengalami krisis kepercayaan akibat pandemi Covid-19," ungkap Iqbal.
"Kita juga harus pintar memilih produk yang hendak dijual ulang. Sekarang yang paling diminati itu produk-produk kesehatan, misalnya obat-obatan herbal dan jamu," tandasnya.
(Helmi Ade Saputra)