Lebih dari 500 siswa sekolah menengah atas (SMA) dengan keluarga mereka dekat untuk melihat semuanya sebagai bagian dari upacara drive-by.
"Saya sangat senang bahwa pihak administrasi telah berusaha sangat keras untuk membuat semua ini terwujud," kata pembaca pidato perpisahan High School Claire hipps.
"Dan saya berpikir bahwa itu merupakan cara istimewa, karena ini direncanakan," jelas dia.
Meski demikian, para lulusan ini pun memiliki pesan tersendiri, terlebih mereka lulus di tengah adanya masalah rasisme di Amerika Serikat (AS).
"Kami lulus dalam pandemi, juga dengan segala sesuatu yang terjadi dengan kasus Black Lives Matters. Jadi saya bangga dengan kelas kami. Kami telah melakukannya," tutur Ja'mya Suttles.
(Martin Bagya Kertiyasa)