Dalam hal kesehatan, diet memiliki peran utama. Untuk tetap sehat dan memiliki umur panjang, penting untuk memperhatikan apa yang kamu makan.
Setiap individu perlu mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin, mineral, dan nutrisi. Namun, kebutuhan diet pria dan wanita tidak sama.
Pria dan wanita memiliki tingkat metabolisme, fungsi reproduksi, dan struktur tubuh yang berbeda. Pria memiliki lebih banyak massa otot dan tingkat metabolisme yang tinggi dibandingkan dengan wanita.
Oleh karena itu mereka perlu mengonsumsi lebih banyak kalori. Tetapi wanita menjalani siklus menstruasi setiap bulan dan bahkan melahirkan bayi. Jadi mereka membutuhkan lebih banyak vitamin dan mineral.
Melansir Times of India Jumat (12/6/2020) berikut 3 makanan yang harus dikonsumsi para wanita dalam dietnya agar tetap bugar.
1. Ikan berlemak
Mengonsumsi ikan berlemak seperti salmon atau sarden, sekali atau dua kali setiap minggu adalah suatu keharusan bagi setiap wanita. Ikan-ikan ini kaya akan zat besi, yang sangat dibutuhkan ketika wanita menstruasi. Karena ketika menstruasi, kandungan zat besi sangat dibutuhkan.
Selain itu, ikan tersebut mengandung Omega-3 yang dapat melindungi kita dari berbagai masalah kesehatan. Makan ikan berlemak juga mengurangi risiko masalah jantung, hipertensi, depresi, dan nyeri sendi.
2. Susu dan yoghurt
Kekurangan kalsium adalah salah satu masalah kesehatan utama yang mempengaruhi wanita di seluruh dunia. Baik susu dan yoghurt adalah sumber kalsium yang sangat baik, yang diperlukan untuk kesehatan tulangmu.
Yoghurt baik untuk kesehatan usus dan pencernaan makananmu. Mereka juga mengandung kalium dan magnesium yang baik untuk tekanan darahmu.
Baca Juga : 3 Penyebab Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Melonjak Drastis
3. Biji rami
Biji rami (Flaxseed) adalah sumber asam lemak omega-3 yang baik, serat, protein, magnesium, kalsium, fosfor, nutrisi dan mineral lainnya. Konsumsi biji rami secara teratur dapat membantu mengatur haidmu dan memberikan bantuan dari ketidaknyamanan terkait haid lainnya. Biji ini juga dapat mengurangi tingkat trigliserida dalam darah dan mengurangi risiko serangan jantung.
(Dyah Ratna Meta Novia)