"Corona kan emang dari kapan taun. Ada MERS sama SARS. Nah, yang kali ini jenis baru namanya COVID-19," terang @dprin***. Lalu ada juga komen seperti ini, "Jangan-jangan si Said ini antek-antek elit global yang sekelompok sama Bil Get. Bil Get ngomongin virus ini 4 tahun lalu, Said 17 tahun lalu," kata @ImronFa****.
Sementara itu, akun Twitter @FioSora** membagikan penggalan lengkap video yang dibagikan Dana Raditya. Di video ini, terdengar jelas kalau apa yang disampaikan Said adalah gejala penyakit SARS, bukan COVID-19.
Kalau posting harus lengkap :3 pic.twitter.com/FgzyrdZYDW
— Sora Tan (@FioSorale) May 8, 2020
"Gue cuma bantuin dia sebagai marketing. (Kenape lo nggak bilang dari tadi). Yang sakit siapa, mpok? (Emak sama si Ucup). Sakit apaan? (Panas dingin ame batuk. ... Kenape?) SARS. (Kalau kecelakaan di gunung atau tenggelam di laut, boleh. Masa panas dingin sama batuk sampe panggil SARS segala). SARS, pake S. Itu penyakit menular dari China, mpok. Gejalanya panas dingin sama batuk. Bahaya, mpok. Penyakit itu bisa menular. Yang udah kena bisa meninggal," begitu skrip lengkapnya adegan ini.
So, yang dijelaskan Said Bajaj Bajuri adalah penyakit SARS bukan COVID-19. Gejala yang ditimbulkan dari SARS memang serupa dengan COVID-19, ini karena keduanya terjadi akibat infeksi virus serupa yaitu virus corona.
(Helmi Ade Saputra)