Ida Acconciamessa, nenek berusia 104 tahun asal Brooklyn ini berhasil survive dari pandemi virus corona (COVID-19) dan 4 penyakit mematikan lainnya.
Menurut laporan New York Post, Ida juga berhasil selamat saat pandemi flu Spanyol pada 1981. Ia juga berhasil sembuh dari kanker kulit melanoma stadium 4, dua kali pinggul patah, dan infeksi usus besar yang disebut clostridioides difficile.
Menurut laporan tersebut, Ida juga selamat dari Perang Dunia 1 dan Perang Dunia 2. Siapa yang bisa menyangka ada manusia yang luar biasa seperti ini?
"Dia (Ida) selalu berkata, saya lahir di bawah bintang keberuntungan. Itu mantra hidupnya," kata anak perempuan Ida, Barbara Senese, 77 tahun kepada CBS News.
Senese melanjutkan, di tengah pandemi corona seperti sekarang, mantra ibunya itu menjadi semacam kekuatan yang membuat dirinya bisa bertahan sampai sekarang.
"Untuk bisa melewati pandemi ini, mantra Ida sering muncul di benak saya," ujar Senese.
Senese dan adiknya, Johann Giordano, sebelumnya rutin menjenguk ibunya yang menetap di Pusat Perawatan dan Rehabilitasi Sheepshead. Sampai akhirnya, pengelola melarang keluarga itu datang menjenguk ibunya.
Namun, pengelola memperbolehkan keluarga itu melihat kondisi ibunya melalui jendela kaca. Hal ini dilakukan karena Ida terkena virus corona dan dikarantina demi memutus rantai penularan COVID-19.
Senese menceritakan, ibunya terlihat menunjukan gejala COVID-19 pada 26 Maret. Itu terlihat dari tubuh dan raut wajahnya yang tak biasa.
Sampai akhirnya, datang kabar pada 4 April bahwa Ida dinyatakan positif COVID-19. Gejala yang dialami Ida adalah batuk yang sangat parah.
"Sejak tahu kabar tersebut, kami benar-benar tidak berpikir dia akan bisa sembuh," ungkap Senese pasrah.
"Kondisi Ida benar-benar menurun. Ia bahkan tak bisa berbicara," sambungnya.
Satu sisi Senese pasrah jika ibunya harus meninggal dunia akibat COVID-19, tapi ada keyakinan dalam dirinya bahwa wanita 104 tahun itu pasti kuat melawan virus corona. Itu karena Senese teringat dengan mantra sang ibu.
Selang beberapa hari, tepatnya pada 24 April, Senese menerima pesan dari panti jompo tempat ibunya menetap bahwa Ida menunjukan perbaikan kondisi kesehatan. Bahkan, 1 Mei Ida sudah cerewet lagi ke teman-temannya. Ida banyak bicara lagi.