Yesus mengingatkan bahwa manusia memiliki banyak kelemahan, sehingga tak ada yang bisa luput dari dosa dan kesalahan. Namun, dari pengorbanannya, Yesus mengajarkan kepada para pengikutnya untuk selalu berbuat kebaikan tak terkecuali kepada orang yang pernah menyakiti kita.
Melalui Jumat Agung, kita juga diingatkan bahwa dalam setiap penderitaan yang kita alami setiap hari, Tuhan juga ikut memanggul “salib kehidupan”. Maka, diharapkan umat Kristiani untuk selalu kuat dan tabah menjalani kehidupan sekaligus selalu berbelas kasih kepada sesama yang lebih menderita, bersikap memaafkan, memiliki semangat berbela rasa.
Lalu pada Sabtu Paskah, umat Kristen merayakan misteri kebangkitan Yesus dan ini menjadi lambang kemenangan atas dosa dan maut. Perayaan Paskah ini juga mengajarkan bahwa manusia bisa melawan semua keinginan buruk: nafsu duniawi, sikap egois, iri hati dan benci.
Pada saat Paskah, manusia bisa terlahir kembali menjadi pribadi yang lebih baik: penuh belas kasih, memaafkan dan peduli pada sesama.
(Martin Bagya Kertiyasa)