SEHARI-HARI Iffung Swala (53) dikenal sebagai seorang pendeta, pengajar sekolah Taman Kanak-Kanak dan dosen di STT Pokok Anggur di Jakarta Barat. Namun, saat pandemi virus Corona melanda, ia memprioritaskan diri menolong sesama.
Sejak dua pekan lalu, ia tergabung sebagai relawan Gereja Melawan Covid-19 (GMC19) yang diinisiasi oleh Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI). “Dulunya saya juga menjadi relawan bencana ketika Gunung Merapi meletus," ungkap Iffung, Sabtu (4/4/2020).
Pengalaman Iffung tersebut ditambah keaggotaannya sebagai anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kementerian Sosial RI sejak 2007, membuatnya yakin untuk turun tangan bersama para relawan muda.
Meski saat awal mendaftar relawan GMC19 banyak yang memeringatkan kalau Iffung termasuk kelompok umur berisiko tinggi tertular virus Corona (COVID-19).
Menjadi relawan GMC 19, menurutnya, sebuah panggilan untuk membantu. Apalagi ia mengaku mudah tersentuh melihat korban bencana. “Saya membayangkan, jika yang korban itu keluarga saya sendiri atau tetangga saya sendiri atau gereja saya sendiri. Lalu, saya tanya dalam hati, apa yang bisa saya lakukan?."
Semangat Iffung menjadi relawan GMC19 ikut terpompa karena rekan-rekannya menerima dirinya meskipun dari segi usia lebih tua. Bersama GMC19, Iffung telah empat kali bertugas bersama para relawan lainnya di wilayah Jakarta Timur, Jakarta Barat dan Tangerang.
“Ada gereja, wihara, masjid dan lingkungan sekitarnya juga disemprot disinfektan. Dan belum lama ini di Kelapa Gading, hari Rabu (31/3) lalu kami melakukan penyemprotan,” ujarnya.