Lebih lanjut Cameron menjelaskan, dirinya juga sempat mengalami sejumlah gejala seperti demam, batuk, dan kelelahan sebelum dinyatakan terinfeksi. "Semua aktivitas fisik seperti berjalan membuat tubuhku kelelahan hingga berjam-jam," ungkapnya.
Melihat kondisi tubuhnya yang terus menurun, Cameron mengaku bingung apakah dia akan tetap mengikuti Olimpiade Tokyo 2020, atau mengurungkan niatnya. Hingga saat ini, sejumlah atlet dilaporkan masih rutin berlatih untuk mengikuti pesta olahraga dunia tersebut. Namun, keputusan itu dianggap aneh oleh Cameron.
"Para atlet itu terus berlatih untuk Olimpiade. Dengan kata lain mereka mengekspos diri pada risiko yang tidak perlu. Ini semakin membahayakan kesehatan mereka," tambahnya.