BINGUNG kenapa wajah kamu begitu sering jerawatan padahal sudah menerapkan cara yang sama dengan teman kamu? Atau mungkin sahabat kamu yang ogah-ogahan menjaga kulit wajah, malah memiliki kulit yang terlihat sehat dan bersih dari jerawat!
Lantas, bagaimana penjelasannya? Dokter Kulit Mona Gohara, M.D. mengatakan, hal pertama yang harus kamu percayai adalah setiap kulit manusia itu kondisinya sama.
"Kamu harus percaya ini; kulit setiap orang pada dasarnya sama," terang Mona.
Fakta lainnya yang mesti diketahui adalah setiap orang memiliki fluktuasi hormonal, produksi minyak, dan bakteri pengebab jerawat di kulit mereka yang mudah menyebabkan jerawat. Inilah yang kemudian menjadi pembeda dari kulit kamu pun sahabat kamu.
Ada alasan khusus kenapa kamu mungkin terlalu mudah berjerawat. Salah satunya adalah masalah genetik yang lebih rentan terhadap kelenjar sebaceous. Kelenjar ini sangat spesifik di tubuh manusia. Ada yang mudah terangsang dan ada yang sangat sulit terangsang.
Rangsangan ini biasanya datang dari hormon, minyak, dan bakteri. "Jadi, sebetulnya setiap orang punya masalah yang sama. Tapi, kondisinya yang berbeda-beda," lanjut dr Mona.
Menambahkan, Dokter Kulit Julie Harper, M.D., dari Dermatology and Skin Care Centre of Birmingham menjelaskan sampai saat ini belum diktahui apa yang membuag seseorang lebih rentan terhadap jerawat daripada yang lain pada tingkat patogenesis yang sama.
"Ini mungkin klise tapi faktanya Genetik. kamu yang mudah berjerawat mungkin bisa dikarenakan warisan dari orangtua. Beberapa manusia membawa faktor penyebab jerawat yang menginduksi peradangan lebih kuat dari yang lain," kata dr Julie.
Dermatolog masih tidak yakin, tetapi mereka berpikir ada hubungannya dengan TLR di kulit kamu. TLR ini merupakan reseptor kecil yang menilai ancaman dan memberitahu tubuh kamu bagaimana harus bereaksi.
"Teori bahwa TLR dalam kulit berjerawat secara alami lebih sensitif, menyebabkan respon peradangan yang lebih besar dan lebih sering memicu masalah," kata dokter kulit Melissa Kanchanapoomi Levin, M.D.
(Dewi Kurniasari)