Kisah Inspiratif Helga Angelina, Pendiri Restoran Sehat Burgreens yang Masuk Majalah Forbes

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis
Sabtu 14 Desember 2019 15:33 WIB
Helga Angelina. (Foto: Okezone/Dimas)
Share :

Promosi di media sosial dan dari mulut ke mulut

Setibanya di Indonesia, Helga langsung menghubungi salah temannya untuk bekerjasama membesarkan Burgreens. Pucuk dicita ulam pun tiba, teman Helga ternyata menyambut baik niat tersebut. Ia menyediakan tempat khusus di rumahnya yang kemudian digunakan sebagai restoran pertama Burgreens di kawasan Rempoa.

"Ya awalnya buka kecil-kecilan di rumah teman. Awal-awal buka toko berdua sama suami doang. Lokasinya lucu, kayak kantor dan ada taman. Tapi lokasinya susah ditemukan. Jadi kami memanfaatkan instagram dan word of mouth sebagai senjata utama untuk berpromosi," jelas Helga.

Meski pada saat itu, tren makanan sehat belum banyak peminatnya, respons kostumer ternyata sangat besar. Helga memiliki banyak pelanggan setia, hingga akhirnya setahun kemudian bisa membuka cabang kedua di kawasan Tebet.

Di tahun ke-3, kesempatan emas itu akhirnya datang juga. Helga menerima tawaran investor dari sejumlah orang, karena menilai bahwa bisnis makanan sehat ini akan terus berkembang dalam beberapa tahun mendatang.

Setelah melewati diskusi panjang dengan sang suami, keduanya sepakat menerima investasi individual dari salah satu rekan bisnis mereka. Burgreens pun akhirnya melebarkan sayap hingga memiliki 10 cabang yang tersebar di beberapa titik Ibu Kota Jakarta.

"Karena bisnis kami sudah mulai merambah ranah premium dan masuk mal juga, kami mulai belajar bagaimana cara membangun manajemen internal yang baik, serta membentuk sistem dan SOP yang lebih profesional," papar Helga.

Setelah enam tahun menjalani bisnis ini, kerja keras Helga dan Max diganjar oleh sebuah prestasi yang sangat membanggakan. Berkat Burgreens, Helga masuk masuk dalam daftar 30 under 30 Asia versi Forbes Magazines, pada 2016 lalu.

"Waktu masuk Forbes 30, aku sebetulnya kurang percaya diri, sampai aku kira ini scam (penipuan). Tapi ternyata mereka melihat produk kami memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang," tandasnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya