Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan prevalensi depresi penduduk Indonesia sudah mencapai 9,8 persen. Mirisnya World Health Organization (WHO) menyebut bahwa 50 persen kasus menimpa masyarakat usia produktif yakni 20-50 tahun.
Bahkan kasus bunuh diri yang disebabkan oleh depresi menempati urutan kedua pada ancaman kematian pada remaja di usia 15-29 tahun. Kasus depresi ini memiliki berbagai macam faktor risiko yang terdiri dari internal dan eksternal.
Direktur Rumah Sakit Sanatorium Dharmawangsa, dr. Richard Budiman, Sp.KJ(K), mengatakan terdapat banyak faktor yang menyebabkan seseorang mengalami depresi. Salah satunya masalah internal yang berupa keturunan dan faktor eksternal yang berasal dari lingkungan.
“Kalau dari internal adalah gender. Perempuan lebih rentan alami depresi. Riwayat personal maupun keluarga dengan gangguan depresi atau bipolar. Ada pula riwayat depresi sebelumnya, mengingat depresi ini adalah penyakit kambuhan,” terang dr. Richard, saat ditemui Okezone, Jumat (22/11/2019).