Pada Okezone, Dony menceritakan kalau dirinya membuat CV ini saat dirinya masih berkuliah di Universitas Multimedia Nusantara (UMN) semester akhir. Ia kepikiran buat bikin CV karena momennya saat itu para mahasiswa sudah mulai cari kerja.
"Aku bikin CV itu pas di semester 6 atau 7 gitu. Di saat itu, beberapa teman sudah mulai cari kerja, yasudah aku bikin CV untuk persiapan dokumen kerja. Aku pergi ke perpustakaan buat cari inspirasi. Ternyata, pas mau buka komputer, internetnya lagi down, yasudah daripada gabut, akhirnya baca koran aja. Nah, ketemulah dengan berita duka cita itu. Terilhami, deh," ceritanya, Kamis pagi (21/11/2019).
Setelah mendapatkan ilham tersebut, Dony langsung buka komputer dan bikin desain dan kalimat sesuai dengan apa yang ada di berita duka cita. Proses buatnya dikatakan Dony sangat cepat, bahkan ia sampai tak menyangka sudah selesai hanya dalam waktu 10 menit saja.
"Jadi, proses ngerjainnya itu 10 menit karena nggak neko-neko. Pas udah beres malah nggak percaya gitu, 'lah udah nih bikin CV-nya?'," sambungnya.
Untuk pemilihan kalimat, ia mengaku, tidak bisa juga semua kata yang ada di berita duka cita dipakai. Makanya, ia kemudian merombak sedikit kata-kata yang ada di berita duka cita untuk terlihat lebih sesuai dengan standar CV pada umumnya.
"Ya, walau beberapa kalimat menegaskan betul itu berita duka cita, tapi aku sih melihatnya, tidak ada hal penting yang akhirnya aku lewati di CV ini. Makanya, aku juga pede ngasih CV ini ke perusahaan," kata Dony.
Akhirnya momen membawa CV itu datang. Saat itu kebetulan salah satu mall besar di Jakarta sedang open recruitment campus tour. Ya sudah, tanpa pikir panjang dan dengan idealisme yang sangat tinggi, Dony lampirkan saja CV 'Berita Duka Cita' tersebut.
Proses rekrutmen itu berlangsung pagi hari di kampus. Tak jauh berbeda, ada sesi psikotesnya. Nah, selesai momen itu, entah bagaimana ia dapat kabar kalau besok bisa ikut tes wawancara dengan pihak mall. Kabar ini ia dapat di hari yang sama, sore hari.