Hingga sekira pukul 03.00 WIB, Wiwin kembali terbangun dengan suara keran yang mengucur dengan sendirinya. Tak hanya suara air keran yang mengucur, bau melati pun semerbak menyengat ke seluruh ruangan kamar.
Pandangan Wiwin selalu tertuju kepada horden yang menutup balkon kamar tersebut. Karena takut, Wiwin pun langsung menutup seluruh tubuh dengan selimut dan berusaha melanjutkan tidurnya.
Namun ketika terlelap, Wiwin lagi-lagi selalu terbangun karena merasa diperhatikan oleh sosok yang ada di dekat horden. Hal ini terus terjadi hingga menjelang pagi. Bau melati yang menyengat serta teror dari sosok yang berada dekat balkon membuat tidur Wiwin menjadi tidak nyaman.
Usai mendapat pengalaman yang tidak mengenakkan tersebut Wiwin pun bergegas check-out sekira pukul 09.00 WIB pagi. Pasalnya masih ada kunjungan yang wajib dilakukan sebelum kembali ke Jakarta pada sore hari.
Saat waktu kosong, Wiwin pun menceritakan pengalaman mistisnya tersebut kepada beberapa teman yang ikut dalam rombongan dinas saat itu. Ternyata sebagian dari mereka juga mengalami gangguan dan kejadian aneh pada malam hari.
Bahkan salah satu karyawan yang berkampung halaman di Yogyakarta sengaja memanggil temannya, untuk ikut menemaninya tidur di hotel tersebut. Menurut cerita beberapa pengunjung lainnya, hotel itu termasuk salah satu hotel yang terkenal anker.
Beberapa pengunjung bahkan sering melihat penampakan kuntilanak di dalam kamar tersebut. Tentu hal ini tidaklah aneh, usia hotel yang sudah tua, cahaya lampu remang dan posisi balkon yang langsung menghadap hamparan lapangan golf dengan pohon besar, disinyalir jadi penyebab utamanya.
(Dinno Baskoro)