Data yang dikeluarkan oleh Yayasan Kanker Indonesia menyebutkan, satu di antara 354 laki-laki berusia 49 tahun menderita kanker prostat. Angka ini akan semakin meningkat seiring bertambahnya usia.
Tak heran bila saat ini, kanker prostat menduduki peringkat ketiga sebagai penyebab kematian bagi laki-laki di Indonesia. Oleh karena itu, dibutuhkan deteksi dini untuk menekan angka kematian.
"Pasien kanker prostat yang dideteksi secara dini, kemungkinan untuk bertahan hidupnya mencapai 99% untuk lima tahun ke depan. Tapi sayang, mayoritas pasien yang datang ke rumah sakit kebanyakan sudah berada di stadium 3-4," tukas dr. Aru.
(Utami Evi Riyani)