Kanker prostat kian mengintai masyarakat Indonesia. Berdasarkan data Globocan 2018, kasus baru kanker yang terjadi pada tahun 2018 mencapai 348.809, di mana 11.361 di antaranya merupakan kasus kanker prostat.
Tidak hanya itu, angka kematian akibat kanker prostat di Indonesia juga terbilang tinggi mencapai 5.007 jiwa. Mengingat September merupakan bulan Kepedulian Kanker Prostat, Okezone akan mengulas sedikit banyak tentang kanker yang menduduki peringkat ketiga sebagai penyebab kematian bagi laki-laki di Indonesia.
Apa itu kanker prostat?
Kanker prostat adalah penyakit kanker yang berkembang di prostat dan paling umum terjadi di kalangan pria dewasa. Kanker prostat terjadi ketika sel prostat mengalami mutasi dan mulai berkembang di luar kendali.
Seperti diketahui, prostat juga merupakan bagian dari sistem reproduksi pria dan berada di bawah kantung kemih. Sel kanker ini dapat bermetastasis dari prostat ke bagian tubuh lainnya, terutama tulang dan kelenjar getah bening.
Metastasis ke tulang merupakan penyebaran yang paling sering ditemukan pada kanker prostat. Hal ini akan menyebabkan penderitaan yang amat sangat karena nyeri yang hebat.
Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof. Dr. dr. Aru Sudoyo, SpPS, KHOM, FINASIM, FACP mengatakan, hingga saat ini gejala kanker prostat masih sangat sulit untuk dideteksi dan termasuk dalam kategori jenis kanker yang lambat. Satu-satunya cara untuk mengetahui penyakit ini adalah dengan melakukan deteksi dini.
"Kanker ini tidak selalu disertai pembesaran pada area kelamin laki-laki. Beberapa tanda umum kanker prostat biasanya dimulai dari sulit buang air kecil, hilangnya kontrol urin, gangguan ereksi, dan nyeri pada punggung serta dada", terang dr. Aru, saat ditemui dalam acara bertajuk 'Fight For Your Man' di Kantor YKI, Jakarta Pusat, Selasa (24/9/2019).