"Aku jadi lebih hati-hati, ada penjual yang minta whatsapp aku enggak kasih lagi nomor pribadi. Terus akunnya juga harus verified. Kalau enggak terverifikasi dan enggak jelas aku langsung report," kata wanita yang berprofesi sebagai ahli gizi.
Beruntung bagi Dela, ia terbilang cukup open minded untuk urusan seperti ini. Ia tidak pernah ragu dan malu menceritakan kepada orang-orang di sekitarnya, tentang pengalaman buruk yang ia alami.
"Aku kasih tahu ke teman-teman kantorku karena mereka juga suka belanja dan jualan online. Aku tegaskan, 'it's not my fault'. Itu salahnya dari pihak sana yang sakit mental. Justru kejadian seperti ini harus dibagikan ke orang lain, agar mereka tidak mengalami hal yang sama," pungkasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)