“Waktu saya lagi cuci tangan, bapak-bapak itu nyamperin. Dia berusaha mencolek kemaluan saya. Untungnya saya langsung refleks menghindar. Jadi tangan bapak itu kena pinggul saya. Saya kesal. Saya langsung kejar dan bentak bapak itu,” lanjutnya.
Ketika dikejar dan ditanya mengenai tindakannya yang sangat tidak terpuji, bapak-bapak tersebut seakan merasa tidak bersalah dan kembali melemparkan senyum yang mengerikan. Dengan penuh emosi, Abas mendaratkan bogem mentah di wajah predator seksual tersebut. Abas juga berusaha memanggil sekuriti setempat untuk mengusut tuntas masalah tersebut.
“Ketika ditanya, bapak-bapak itu malah senyum, seolah menikmati kemarahan saya. Saya berang, dan melayangkan bogem. Saya juga teriak meminta bantuan sekuriti untuk mengamankan bapak-bapak itu,” sambungnya.
Secara mengejutkan sang predator seksual tersebut ternyata berasal dari kaum terpelajar. Bahkan pada Kartu Tanda Pengenal (KTP) bapak-bapak tersebut berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Meski sudah tertangkap basah dan diberi bogem mentah, bapak-bapak itu pun tetep mengelak dan tak mau mengakui kesalahannya.