Mereka diminta menghirup es dengan sedotan yang menempel di langit-langit atas mulut mereka. Cara ini merupakan kondisi ideal seperti makan es krim terlalu cepat yang dapat membuat otak mereka membeku. Para responden diminta untuk mengangkat tangan mereka begitu merasakan otak membeku dan kembali mengangkatnya ketika telah merasa reda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa satu arteri otak yang disebut dengan arteri serebri anterior berkembang dengan cepat karena aliran darah yang lebih besar dalam hubungannya dengan pembekuan otak. Para peneliti mengatakan perubahan cepat dalam aliran darah yang terkait dengan pembekuan otak mungkin menjadi bagian dari mekanisme bertahan hidup alami.
Tentunya ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi brain freeze. Beberapa diantaranya adalah mengonsumsi air hangat, mendorong lidah ke atap mulut yang berfungsi untuk menghangatkan daerah tersebut serta menutup mulut dan hidung dengan tangan dan bernafas dengan cepat. Hal ini diperkirakan bisa meningkatkan aliran udara hangat ke langit-langit mulut.
(Dinno Baskoro)