Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia Triawan Munaf, mengakui lezatnya cokelat Ransiki yang memiliki citarasa berbeda. Bahkan rasanya lebih enak dari cokelat Belgium yang sudah diakui dunia.
"Kita sama-sama dikenalkan produk yang bukan saja modern, serta diolah secara scientific untuk dapat cokelat berkualitas baik. Produk cokelat Ransiki ini saya rasakan sendiri. Saya penggemar cokelat, ini enak sekali," tutur Triawan, pada kesempatan sama.
Dia menjelaskan, dunia kuliner di era ekonomi kreatif ini harus dikembangkan. Terlebih, bisnis cokelat Ransiki dinilai mulia dan harus dilakukan sejak lama.
Ada 4.000 hektar lahan di Papua Barat, berpotensi menghasilkan cokelat Ransiki yang lezat. Ini bisa menjadi pendapatan bagi petani cokelat di sana.
"Mari kita tingkatkan nilai bisnis ini semaksimal mungkin. Tentu harus ada koordinasi pemerintah daerah. Industri kopi, cokelat, serta kuliner lainnya berkembang seperti indahnya burung Vogelkop Superb Bird of Paradise, yang mana habitatnya di area perkebunan cokelat Ransiki," terangnya.
Pemilik Pipiltin Cocoa Tissa Aunilla menjelaskan, cita rasa cokelat Ransiki ini sangat lezat. Saat digigit, rasa umami sungguh terasa di seluruh bagian lidah.