GOA Belanda dan Goa Jepang yang terletak di Taman Hutan Raya Ir.H. Djuanda, Bandung, tentu menyimpan sejarah dan misteri yang masih belum terungkap hingga saat ini. Masyarakat awam hanya mengetahui bahwa tempat tersebut menjadi saksi bisu di mana para masyarakat pribumi diperbudak dan disiksa secara tidak manusiawi.
Terdapat sekiranya dua goa yang jaraknya tidak terlalu jauh di area taman tersebut. Setiap goa pun memiliki sejarah masa lalu dan ceritanya masing-masing serta misteri yang belum terungkap hingga kini. Pada awal berdirinya, goa ini digunakan Belanda untuk menyadap air dari Sungai Cikapundung yang digunakan oleh PLTA.
Namun, pada masa perang dunia ke-2, Belanda memanfaatkan terowongan ini sebagai stasiun radio telekomunikasi. Sementara pada masa kemerdekaan, goa ini beralih fungsi sebagai gudang mesiu. Di sisi lain Goa Jepang dibangun pada 1942 yang difungsikan menjadi barak militer dan perlindungan yang memiliki 18 bungker.
Menurut penelusuran yang pernah dilakukan oleh Praktisi Supranatural, Ana Cikey belum lama ini. Sebenarnya sosok hantu yang mendiami gua ini saling berkaitan satu sama lainnya. Hal tersebut terungkap pada saat medium yang dilakukannya bersama tim iNewsTV dalam sebuah program televisi.