Pada 2017, Save The Children Korea pernah mengajukan tuntutan terhadap orangtua Boram karena memfilmkan anaknya dalam situasi yang dapat menyebabkan kesedihan.
Contohnya video skenario yang memperlihatkan Boram seakan mencuri uang dari dompet ayahnya dan berpura-pura sedang melahirkan.
Biarpun pada akhirnya video tersebut disimpan sebagai dokumen pribadi, Pengadilan Keluarga Seoul mengabulkan tuntutan badan amal. Meski begitu, Boram tidak berhenti mengunggah video di Youtube dan tetap menjalani pekerjaannya.
(Dinno Baskoro)