Keluarga berjuang keras untuk menyembuhkan penyakit tersebut. Mereka menggunakan tabungan hingga terkuras untuk proses pengobatan. Sayang itu semua belum cukup. Keluarga tetap harus mencari pinjaman ke banyak pihak yang membuat utang semakin menumpuk.
Dua restoran terpaksa dijual dan Liu berhenti sekolah. Akan tetapi semuanya belum cukup untuk menutupi hutang sebesar 200 ribu yuan atau setara dengan Rp410 juta. Beban hidup semakin bertambah ketika sang ibu memilih kabur di tengah situasi yang menyedihkan. Keluarga pun kehilangan kontak dengannya.
Situasi itu membuat ayah Liu mengalami keputusasaan. Melihat kondisi ayahnya, Liu yang saat itu baru berusia 5 tahun mulai membantu dengan merawat adiknya di rumah sakit. Dirinya juga mengucapkan kata-kata penghiburan, "Ayah, jangan marah. Kami akan mendengarkanmu dan bekerja keras untuk membayar kembali hutang ketika besar nanti."
Selain itu, Liu mulai terbiasa melakukan pekerjaan rumah tangga termasuk memotong sayuran dengan pisau. Semuanya dilakukan demi membantu sang ayah. Sementara ayahnya terus berupaya mencari uang demi pengobatan anak-anaknya. Kemudian ia mencoba menuruti saran pekerja di toko bahan makanan sakit agar mengunggah video kedua anaknya di media sosial.
Pada awalnya sang ayah hanya mengunggah video pendek yang tidak menarik banyak perhatian. Suatu ketika, ayah Liu menyadari bakat sang putri dalam memasak dan memotong bahan makanan. Sejak saat itu ia mengajari putrinya untuk memotong bahan makanan dengan berbagai teknik dan merekamnya. Lalu video tutorial itu diunggah ke media sosial dan mendapatkan banyak respon dari warga net.
Hingga saat ini, lebih dari 40 video telah dibagikan dan mendapatkan lebih dari 389 ribu pengikut. Banyak komentar yang melontarkan pujian dan merasa kagum. Ada pula yang menyampaikan simpati untuk Liu dan keluarganya.
Beberapa penonton mengambil tindakan untuk membantu keluarga tersebut. Mulai dari memberikan pakaian, sepatu, mainan, dan makanan ringan. Bahkan sampai ada yang menggalang dana dengan jumlah lebih dari 800 ribu yuan atau setara dengan Rp1,64 triliun. Bantuan itu dimanfaatkan untuk membeli rumah dan menyekolahkan Liu kembali. Demikian seperti yang Okezone lansir dari Asia One, Rabu (10/7/2019).
(Helmi Ade Saputra)