Sang ayah pun otomatis menurunkan laju kendaraannya, karena kondisi jalan yang berliku dan penuh tanjakan. Dari sini hal janggal mulai terlihat, pasalnya tidak ada satu pun kendaraan atau bus yang berpapasan dengan mobil keluarga tersebut. Padahal rute Alas Roban ini masuk ke dalam rute yang sering digunakan bagi kendaraan antar provinsi.
Tiba-tiba, mobil keluarga tersebut menabrak sesuatu dengan keras. Hendra dan sang ayah pun bergegas turun dan memeriksa bagian depan mobilnya tersebut. Anehnya mobil tersebut sama sekali tidak rusak bahkan lecet, padahal kerasnya benturan tadi bisa menyebabkan bemper mobil menjadi penyok.
Setelah memeriksa kondisi kendaraan yang tak mengalami kerusakan sedikit pun, keluarga ini pun kembali melanjutkan perjalanan di Alas Roban hingga tak terasa hujan pun turun dengan perlahan. Hingga pada akhirnya sepercik cahaya muncul dari kejauhan yang ternyata tempat tersebut adalah warung pecel lele.
Keluarga ini pun memutuskan untuk turun demi menghilangkan ketegangan yang telah dialami sebelumnya. Saat hendak turun dari mobil Hendra pun tak sengaja menyenggol pasak penunjuk kilometer yang dengan jelas tertulis angka 15. Namun, kejanggalan terjadi setelah adanya seorang wanita yang tiba-tiba berdiri di dekat pintu.
Sang pemilik warung makan mengatakan wanita tersebut adalah istrinya, yang kerap membantunya berjualan. Padahal ketika keluarga ini turun dari mobil dan masuk melalui pintu yang sama, tidak ada seorang pun yang berdiri di warung tersebut.
Setelah selesai makan, Hendra pun tak sengaja menyenggol pasak kilometer 15 untuk yang kedua kali. Memang kala itu pasang penanda kilometer terletak sangat berdekatan dengan mobil yang terparkir.